Pesepakbola Dunia Yang Pernah Merumput di Liga Indonesia

Liga Indonesia atau Liga 1, merupakan liga profesional dan kasta tertinggi kompetisi sepakbola di Tanah Air yang pada tahun sebelumnya bernama Indonesia Super League. Sebanyak 18 klub bersaing untuk menjadi juara dengan sistem kompetisi promosi dan degradasi.

Sepanjang sejarah kompetisi ini bergulir, sederet pemain sepakbola dunia pernah merasakan atmosfer di Liga Indonesia. Berikut sederet pemain yang menghiasi Liga Indonesia meski hanya sebentar :

1. Roger Milla (Kamerun)

Petualangan Roger Milla sebagai pemain bola profesional pada usia yang sudah tidak lagi produktif terus berlanjut. Meski berstatus sebagai pemain tertua, Milla berhasil mengukir sejarah dengan mencetak gol di Piala Dunia 1994. Di usia 42 tahun, ujung tombak Kamerun itu masih sanggup menarik minat tim-tim untuk merekrutnya.

Namun ujung tombak Kamerun itu rupanya lebih memilih petualangan baru. Tawaran dari Pelita Jaya, klub milik pengusaha kondang Nirwan Bakrie, tak bisa ditolaknya. Alhasil musim perdana Liga Indonesia (1994/95) usai penggabungan Perserikatan dan Galatama dimeriahkan olehnya.

Tak sia-sia, Milla berhasil membawa Pelita Jaya ke babak 8 besar. Hanya semusim bersama Pelita Jaya, sosok bernama lengkap Albert Roger Mooh Miller itu pindah ke Putra Samarinda untuk Ligina 1995/96 sebelum benar-benar pensiun. Yang menjadi ciri khas Roger Milla adalah selebrasi menari di sudut lapangan setelah mencetak gol.

2. Emmanuel Maboang Kessack (Kamerun)

Sepertinya Pelita Jaya benar-benar memanfaatkan hubungan Roger Milla dengan para pemain Kamerun lain. Di musim 1997/98, Emmanuel Maboang Kessack kembali didatangkan ke Stadion Lebak Bulus markas Pelita Jaya untuk mengisi posisi gelandang serang.

Kessack sendiri memperkuat timnas Kamerun di Piala Dunia 1990 dan 1994. Sayang terpaan krisis ekonomi membuat musim harus diakhiri lebih dini sehingga sosok yang menghabiskan waktunya di Liga Portugal itu tak sanggup meraih apa pun dalam perantauannya di Indonesia.

3. Mario Kempes (Argentina)

Sebelum menghilang dari skena sepak bola Indonesia, Pelita Jaya memang dikenal amat jor-joran dalam membeli pemain terutama di tahun-tahun awal Ligina.

Seusai Milla hengkang, mereka membidik nama lain untuk didatangkan. Tak tanggung-tanggung, pilihan jatuh kepada legenda hidup Argentina Mario Kempes.

Di usia 42 tahun, Kempes didatangkan dari klub divisi 2 Argentina Fernandez Vial. Merangkap sebagai pemain-pelatih, pahlawan Argentina di Piala Dunia 1978 tersebut sanggup membawa Pelita Jaya ke babak 12 besar.

4. Pierre Njanka (Kamerun)

Tampaknya Indonesia memang menjadi tujuan utama para pemain Kamerun yang ingin merantau, mengabaikan faktor usia yang mulai menua. Njanka menjadi bagian dari skuat Kamerun di Piala Dunia 1998 dan 2002.

Berposisi sebagai bek tengah, penggawa andalan Les Lions Indomptables ini mencicipi kerasnya Indonesia mulai musim 2008-09 bersama Persija Jakarta. Namun trofi juara Liga Indonesia baru dirasakannya saat memperkuat Arema semusim kemudian.

5. Ivan Bosnjak (Kroasia)

Bosnjak memang hanya tampil sebanyak enam menit di Piala Dunia 2006, namun tak bisa membantah bahwa pemain yang akrab dengan perantauan ini punya catatan yang lumayan memuaskan.

Sayang, hal istimewa tak terulang saat dirinya menjadi bagian dari Macan Kemayoran untuk musim 2014. Hanya mengoleksi 4 gol dari 14 penampilan, Persija hanya finis di papan tengah klasemen Wilayah Barat.

6. Michael Essien (Ghana)

Tak diragukan lagi bahwa Essien adalah bagian tak terpisahkan dari timnas Ghana pada dekade 2000-an. Gelandang yang lihai dalam menyerang dan bertahan ini menjadi ikon The Black Stars atas pencapaiannya di level timnas dan klub.

Bersama Ghana, pemain yang pernah merasakan juara Liga Champions ini turut merasakan Piala Dunia edisi 2006.

Pulihnya kompetisi kasta tertinggi Indonesia membuat para klub berburu pemain dengan status marquee player. Dan Persib menjatuhkan pilihan kepada Essien. Hanya semusim bersama Maung Bandung, dirinya tampil 29 kali dan melesakkan 5 gol.

7. Peter Odemwingie (Nigeria)

Tampil di edisi 2010 dan 2014, Odemwingie tak tergantikan di sisi sayap Nigeria. Sempat mencapai puncak performa saat bermain di tanah Inggris, pemain yang lahir di Uzbekistan ini memilih Indonesia sebagai tempat bertualang berikutnya.

Musim lalu, Madura United memperoleh tanda tangan Odemwingie sebagai pelengkap kuota marquee player.

Tampil menonjol di putaran pertama dengan mengantar Laskar Sape Kerrab ke puncak klasemen, performanya jeblok akibat hantaman cedera. Alhasil dirinya hanya semusim merumput bersama klub kebanggaan Pulau Madura tersebut.

8. Lee Hendrie (Inggris)

Hendrie datang ke Indonesia pada tahun 2011. Mantan pemain timnas U-21 Inggris itu memperkuat Bandung FC di kompetisi tandingan ISL, Liga Primer Indonesia (LPI). Dia mencetak gol debutnya pada 12 Februari 2011 saat timnya kalah 3-2 dari Batavia Union.

Awalnya mendapatkan kontrak dua tahun, Hendrie akhirnya dilepas di akhir musim 2011 untuk bergabung dengan klub non liga Inggris, Daventry Town.

9. Marcus Bent (Inggris)

Marcus Bent adalah mantan bintang Premier League lainnya yang mencicipi kompetisi Tanah Air. Dikenal sebagai pemain yang bergonta-ganti klub dengan total ada 14 klub Inggris yang pernah menggunakan jasanya, Bent datang ke Indonesia untuk menandatangani kontrak dengan Mitra Kukar pada musim 2011/12.

Sayangnya pamor Bent sebagai bintang Premier League tidak bisa dibuktikannya di ISL. Dia hanya tampil sebanyak 11 kali dan mencetak empat gol sebelum kontraknya diputus oleh manajemen Mitra Kukar pada 17 April 2012. Bent tidak lagi menemukan klub sepak bola setelah pemecatannya tersebut.

Most Popular

Update Data Corona: Meningggal 38 Orang, Sembuh 20 Orang

Pemerintah mengatakan ada penambahan pasien meninggal akibat virus Corona (COVID-19). Hingga hari ini, jumlah warga yang meninggal total menjadi 38 orang. "Ada penambahan kematian 6,...

BMKG Peringatan Dini Cuaca Besok, 25 Maret 2020: 17 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Disertai Angin

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem, diperkirakan terjadi mulai besok Rabu (25/3/2020). Peringatan dini cuaca dibuat berdasarkan update terakhir pada...

‘Gaji’ Kartu Pra Kerja Jokowi Naik Jadi Rp 1 Juta

Kartu Pra Kerja menjadi andalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menanggulangi badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Khusus saat darurat corona, program ini akan dijalankan...

Positif Corona, Aktris Andrea Dian Sempat Didiagnosis DBD

Aktris yang juga sekaligus istri aktor Ganindra Bimo, Andrea Dian mengakui dirinya telah positif terinfeksi virus corona Covid-19. Ia mengaku sempat didiagnosis demam berdarah...