Legenda Sepakbola Ukraina, Andriy Shevchenko

Andriy Mykolayovych Shevchenko atau lebih dikenal dengan nama Andriy Shevchenko, yang lahir pada 29 September 1976 di kota Dvirkivschyna, Ukraina, merupakan salah satu striker terbaik dalam sejarah Milan.

Rossoneri membelinya dari Dynamo Kyiv dengan harga 26 juta dolar AS (sekitar Rp 235,9 milyar) pada tahun 1999. Il Diavolo Rosso tertarik untuk mengikat pemain ini karena aksinya saat membuat hattrick ke gawang Barcelona pada Liga Champion musim 1997-98.

Milanisti tak akan melupakan momen ketika Sheva menjadi penentu sukses AC Milan meraih gelar Liga Champion ke 6 musim 2002-2003 dalam drama adu penalti melawan Juventus di Old Trafford. Sheva menjadi algojo terakhir Milan yang memastikan juara.

Sukses Sheva tidak berlanjut di musim 2004-2005, saat bersua Liverpool di final Liga Champion di stadion Ataturk, Istanbul, Turki. Milan yang telah unggul 3-0 di babak pertama, terkejar oleh The Reds yang menyamakan kedudukan, dan memaksa pertandingan dengan adu penalti. Sheva yang kala itu menjadi algojo, gagal menyelesaikan tugasnya. Tendangannya dapat diantisipasi Dudek, kiper Liverpool saat itu. Milan pun harus mengakui keunggulan The Reds saat itu.

“Banyak orang menyamakannya dengan Marco van Basten. Dari produktivitasnya memang pantas disandingkan. Soal gaya, Sheva lebih energik. Tapi, keduanya striker hebat,” kata pelatih Milan saat itu, Carlo Ancelotti.

Wajar Milan pernah berpikir untuk menariknya kembali dari Chelsea, kala itu. Tapi sayang, keinginan itu akhirnya gagal karena Sheva tidak dijual.

Karier Shevchenko semakin lengkap dengan berbagai penghargaan individu yang diterimanya, salah satunya yang paling prestisius adalah Ballon d’Or yang diperoleh tahun 2004.

Sheva juga berada di posisi lima besar sebagai pencetak gol terbanyak di kompetisi Eropa dengan catatan 67 gol. Dengan raihan 175 gol di AC Milan, Shevchenko menjadi top skorer kedua sepanjang sejarah klub Rossoneri.

Koleksi 14 gol nya juga sukses membuat ia berada di puncak top skorer dalam Derby della Madonninna. Mengungguli legenda Inter, Giuseppe Meazza yang mengoleksi 12 gol.

Tak berhenti sampai di situ, Sheva juga menjadi top skorer sepanjang masa tim nasional Ukraina dengan torehan 48 gol dari 111 penampilan.

Cuplikan gol dan skills, Shevchenko.

Resmi Menangani Tim Nasional Ukraina

Langkah pertama yang dilakukannya adalah mengubah filosofi bermain Ukraina menjadi berbasis penguasaan bola. Ia lantas memasukkan banyak pemain junior ke dalam tim dan hingga kini telah memberikan debut kepada hampir 20 pemain.

“Perubahan ini bukan hal yang biasa bagi Ukraina karena tim ini tidak pernah akrab dengan gaya bermain seperti ini. Tentu sangat sulit untuk mengubah sesuatu yang mendasar dalam waktu singkat,” kata eks penyerang top Dynamo Kiev, AC Milan, dan Chelsea ini.

Meski memakai filosofi baru dan ada banyak pemain yang keluar-masuk, keutuhan tim relatif terjaga. Salah satu faktor kunci adalah keberadaan pemain Shakhtar Donetsk yang dipatenkan menjadi tulang punggung tim. Ditambah dengan rentetan diskusi internal, latihan, dan dimplementasikan ke laga-laga uji coba, kekompakan tim mulai terbentuk.

Ukraina pada akhirnya memang gagal melaju ke Piala Dunia 2018, namun hasil itu sebetulnya tidak terlalu mengecewakan. Maklum, selain karena tengah dalam fase transisi, kualitas lawan-lawan mereka di kualifikasi terbilang merata: Islandia, Kroasia, dan Turki. Ukraina harus puas finis ketiga, tiga poin di belakang Kroasia, tim yang nantinya menjadi finalis di Rusia 2018.

UEFA Nations League seperti datang di saat yang tepat bagi Ukraina. Tiga kemenangan beruntun di Grup 1 Liga B sanggup mereka petik: dua kali melawan Republik Ceko dan sekali kontra Slowakia. Catatan sempurna ini melapangkan jalan Ukraina untuk naik kasta ke Liga A.

Integrasi antara pemain muda dan senior berjalan mulus. Youngster Manchester City Oleksandr Zinchenko, misalnya, terlihat kian menyatu dengan sejumlah muka lawas seperti Andriy Yarmolenko dan Yevhen Konoplyanka. Ketiganya sudah mencetak gol di Nations League.

“Tim ini sekarang memiliki keseimbangan yang bagus dan bahkan punya potensi yang lebih besar dari yang kami perkirakan. Sepakbola Ukraina kini sedang keluar dari lubang keterpurukan,” kata Shevchenko.

“Tujuan kami sangat spesifik: tampil bagus di Nations League dan kualifikasi Euro 2020. Setelahnya, kami menargetkan lolos ke putaran final Euro 2020. Itulah fokus kami saat ini,” serunya.

Benih telah ditabur, buah sudah mulai bisa dipetik, dan panen besar siap menanti Shevchenko dan pasukan kuning-biru-nya di Euro 2020.

Most Popular

Kibordis Bon Jovi, David Bryan Terdiagnosis Virus Corona

Kibordis Bon Jovi, David Bryan mengumumkan positif terinfeksi virus corona Covid-19. Ia melaporkan kondisinya semakin membaik setelah mengarantina diri sendiri pada pekan lalu. "Saya baru...

Pernah Ditampung Preman Blok M, Ini 5 Fakta Dokter Tirta yang Kerap Bergaya Nyentrik

Sosok Dr. Tirta saat ini tengah menjadi perbincangan publik. Ia memberikan sindirian halus kepada para influencer atau selebgram kondang untuk turut membantu menangani penyebaran...

Corona Virus Covid-19: Eks Bintang MU Sediakan Kamar Apartemen Gratis untuk Tim Medis

Mantan penyerang Manchester United (MU) yang kini membela Crystal Palace, Wilfried Zaha berniat memberikan bantuan kepada tim medis yang berjuang melawan virus corona covid-19. Zaha...

Dolar AS Dekati Rp 17.000 Saat ini

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan tercatat di level Rp 16.550 berdasarkan data Reuters atau menguat 4% sejak akhir pekan lalu. Berdasarkan...